Kiai Said Hadir di Ponpes Hadziqiyyah Jepara diberi Kejutan. Kisah Prabu Siliwangi yang ketika mau menyerang Islam, tetapi ia batalkan niatnya dikaren
Akhirussannah di Ponpes Hadziqiyyah ini begitu istimewa. Kabar kedatangan Ketua PBNU akhirnya tersampaikan. Malam Sabtu (21/06/2019), di Ponpes Hadziqiyyah berlokasi di Desa Gemiring Lor Kec. Nalumsari, Kab. Jepara, telah sukses di dalam acara Haflah Akhirussanah dan juga Halal Bihalal untuk Keluarga Besar dari Yayasan Hadziqiyyah tahun 1440 H/2019.
Ketua PBNU, Prof. Dr. KH. Said Agil Siroj, MA., telah menghadiri undangan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara yang sekaligus Pengasuh dari Ponpes Hadziqiyyah. Bersama Ketua PBNU, hadir pula para undangan dari KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq, yaitu Plt Bupati Jepara H. Dian Kristiandi, S.Sos., Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman, S.I.K, M.H., Kasi Intel Kejari Jepara, Yoga Sukmana, S.H., Muspika Nalumsari dan Kapolsek Mayong, Pengurus PCNU Kab. Jepara serta masyarakat Jepara dan sekitarnya.
Acara berlangsung meriah, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathon dan lainnya, kemudian langsung acara inti. Akan Tetapi sebelum kiai said berceramah, Mbah Yatun memberi kejutan ulang tahun kepada kiai Said yang ke 66 tahun. Kebahagian bersama pun ikut meriahkan acara tersebut.
Kiai Said bermauidoh hasanah untuk menyampaikan bahwa semua kader NU Jepara wajib bisa membaca Al Qur’an dengan benar. Hal ini yang sudah diperintahkan oleh baginda Rasulullooh Shollalloohu Alaihi Wasallam. Diantara keutamaan bisa membaca Al Qur’an adalah dapat menambah keimanan dan keberkahan dalam hidup dan juga mendatangkan ridlo Allooh Ta'ala.
Selain itu, pesan moral kepada masyarakat Jepara adalah untuk terus menjaga kepribadian yang baik. Kemudian dapat menghindari sebaran fitnah dan hoax yang sudah merajalela.
Anjuran bisa baca Alquran ini diterangkan kisah masuk islamnya Sayyidina Umar yang dikarenakan mendengar adiknya sedang membaca Al-Qur’an. Kiai Said juga menceritakan bahwa proses islamisasi di Nusantara ini juga dikarenakan mendengar Al-Qur'an. Hal ini kyai said buktikan dengan kisah Prabu Siliwangi.
Kisah Prabu Siliwangi yang ketika mau menyerang Islam, tetapi ia batalkan niatnya dikarenakan mendengar Bacaan Alquran oleh Subanglarang. seketika itu jatuh cintalah Prabu Siliwangi kepada Subanglarang yang pandai membaca Alqur’an. Namun untuk dapat menikahi Subanglarang, kyai Hasanudin atau Syekh Quro (ulama berasal dari China) yang sebagai gurunya Subanglarang mengajukan syarat kepada Prabu Siliwangi, yaitu bersyahadat. Karena Cintanya, Prabu Siliwangi pun bersyahadat dan dapat menikahi Subanglarang. Dari pernikahan Prabu Silliwangi dan Subanglarang ini mendapatkan generasi yang menyebarkan islam di Jawa Barat. Yaitu melalui putranya bernama Kian Santang atau dikenal dengan nama Sunan Rahmat Suci.
Banser pun diledek kiai said dengan menanyakan banser bisa baca alquran.
Ketua PBNU, Prof. Dr. KH. Said Agil Siroj, MA., telah menghadiri undangan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara yang sekaligus Pengasuh dari Ponpes Hadziqiyyah. Bersama Ketua PBNU, hadir pula para undangan dari KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq, yaitu Plt Bupati Jepara H. Dian Kristiandi, S.Sos., Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman, S.I.K, M.H., Kasi Intel Kejari Jepara, Yoga Sukmana, S.H., Muspika Nalumsari dan Kapolsek Mayong, Pengurus PCNU Kab. Jepara serta masyarakat Jepara dan sekitarnya.
Acara berlangsung meriah, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathon dan lainnya, kemudian langsung acara inti. Akan Tetapi sebelum kiai said berceramah, Mbah Yatun memberi kejutan ulang tahun kepada kiai Said yang ke 66 tahun. Kebahagian bersama pun ikut meriahkan acara tersebut.
Kiai Said bermauidoh hasanah untuk menyampaikan bahwa semua kader NU Jepara wajib bisa membaca Al Qur’an dengan benar. Hal ini yang sudah diperintahkan oleh baginda Rasulullooh Shollalloohu Alaihi Wasallam. Diantara keutamaan bisa membaca Al Qur’an adalah dapat menambah keimanan dan keberkahan dalam hidup dan juga mendatangkan ridlo Allooh Ta'ala.
Selain itu, pesan moral kepada masyarakat Jepara adalah untuk terus menjaga kepribadian yang baik. Kemudian dapat menghindari sebaran fitnah dan hoax yang sudah merajalela.
Anjuran bisa baca Alquran ini diterangkan kisah masuk islamnya Sayyidina Umar yang dikarenakan mendengar adiknya sedang membaca Al-Qur’an. Kiai Said juga menceritakan bahwa proses islamisasi di Nusantara ini juga dikarenakan mendengar Al-Qur'an. Hal ini kyai said buktikan dengan kisah Prabu Siliwangi.
Kisah Prabu Siliwangi yang ketika mau menyerang Islam, tetapi ia batalkan niatnya dikarenakan mendengar Bacaan Alquran oleh Subanglarang. seketika itu jatuh cintalah Prabu Siliwangi kepada Subanglarang yang pandai membaca Alqur’an. Namun untuk dapat menikahi Subanglarang, kyai Hasanudin atau Syekh Quro (ulama berasal dari China) yang sebagai gurunya Subanglarang mengajukan syarat kepada Prabu Siliwangi, yaitu bersyahadat. Karena Cintanya, Prabu Siliwangi pun bersyahadat dan dapat menikahi Subanglarang. Dari pernikahan Prabu Silliwangi dan Subanglarang ini mendapatkan generasi yang menyebarkan islam di Jawa Barat. Yaitu melalui putranya bernama Kian Santang atau dikenal dengan nama Sunan Rahmat Suci.
Banser pun diledek kiai said dengan menanyakan banser bisa baca alquran.
COMMENTS